Monday, December 19, 2011

TRAGEDY INDONESIA, TSUNAMI ACEH


          26 Desember 2004 menjadi hari bersejarah yang memilukan bagi bangsa Indonesia maupun dunia, pada tanggal itu terjadi tragedi yang sulit dilupakan bagi rakyat Indonesia khususnya bagi warga Aceh, dan warga Sumatera Utara. Gempa besar dengan sekala 8,9 SR disusul tsunami dahsyat menyapu bersih pantai-pantai Aceh, dan sebagian Sumatera Utara, bahkan hingga Somalia di Benua Afrika yang berjarak ribua kilometer dari pusat gempa di sebelah Barat Provinsi Aceh, yang telah memakan korban kurang lebih 126.915 jiwa.

          Sesaat setelah stunami surut, tak banyak bangunan yang tersisa di ssepanjang pantai Barat dan Utara Aceh, semua garis-garis bekas pondasi rumah atau sekolah-sekolah, menunjukan bagaimana kekuatan tsunami yang terjadi, tidak sedikit rekaman video yang beredar untuk menggambarkan kedahsyatannya.

          Namun, di balik luluh lantahnya wilayah pantai Aceh tersebut, Allah berkehendak lain, Dia masih meninggalkan sedikit pohon dan rumah-Nya guna menjadi peringatan bagi warga Aceh dan manusia pada umumnya.

          Di Ulee Lheue, Banda Aceh, masjid Baiturrahim masih tampak tegar, Bangunan yang berada dekat tepi pantai dan pelabuhan kecil tersebut tetap utuh. Tsunami hanya mampu menjebol pagar dan kaca-kaca masjid tersebut. Daerah sekitar mmasjid hingga berkilo-kilo meter rata dengan tanah. Di Kampung Cot, Meulabohm Aceh barat, hanya masjid Al Hidayah yang menjadi satu-satunya bangunan yang tetap utuh. Menurut imam masjid tersebut. Tengku Usman Bakar, masjid Al-Hidayah sering digunakan untuk pengajian rutin guna menyaingi pesta hura-hura muda-mudi di sepanjang pantai Meulaboh.

          Selain kedua tempat ibadah tersebut, masih banyak bangunan serupa yang tidak ikut tersapu tsunami 26 Desember 2004. Entah karena mukjizat ata struktur teknis bangunana yang menjadikan rumah-rumah Allah tetap kokoh meski diterjang ribuan ton kubik air bah, yang jelas hal itu cukup menjadi pelajaran bagi umat manusia yang masih hidup untuk kembali ke rumah-rumah-Nya. “Ini syarat kalau ingin selamat dalam hidup, maka berlidunglah pada Allah di masjid-masjid, kembalialah ke masjid”. Terang Alyasa Abu Bakar, salah seorang tokoh masyarakat Aceh.

          Di samping itu juga ada yang berfikir “Masjid-masjid di Aceh itu dibangun atas dasar keikhlasan, bukan dari uang korupsi. “Bisa jadi orang itu benar!”

          Hikmah lain yang bisa dipetik dari Tragedi Tsunami Aceh adalah jangan takut terhadap ombak laut, namun takutlah kepada Allah Penguasa Alam Semesta.




No comments: